top of page

Saatnya BUMN melakukan risk maturity index assessment

Pada bulan Maret 2023 lalu, Kementrian BUMN telah menerbitkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Peraturan tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan sinkronisasi dan harmonisasi pengaturan-pengaturan yang sudah ada terkait penerapan tata kelola BUMN, penerapan manajemen risiko, penilaian tingkat kesehatan, pedoman kegiatan korporasi signifikan, penyelenggaraan teknologi informasi, dan pelaporan BUMN.


Salah satu penerapan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara PER-2/MBU/03/2023 adalah kewajiban bagi BUMN untuk melakukan penilaian indeks kematangan risiko (risk maturity index / RMI) yang mana pengaturannya telah rilis pada bulan Desember 2023. Indeks ini akan digunakan untuk mengukur tingkat kualitas rancangan dan efektivitas penerapan manajemen risiko dalam melindungi dan menciptakan nilai bagi BUMN.



Aspek Penilaian


Penilaian RMI menggabungkan antara Penilaian RMI berdasarkan Dimensi dengan realisasi kinerja yang terdiri dari Tingkat Kesehatan Peringkat Akhir dan Peringkat Komposit Risiko.



Dalam aspek dimensi, terdapat 5 dimensi yang masuk dalam penilaian:

  • Budaya dan kapabilitas risiko

  • Organisasi dan tata kelola risiko yang mencakup organ pengelola risiko, peran dan tanggung jawab organ pengelola risiko, serta model tata kelola risiko tiga lini dan tata kelola risiko terintegrasi.

  • Kerangka risiko dan kepatuhan yang mencakup strategi risiko, kebijakan dan prosedur, fungsi kepatuhan, serta efektivitas manajemen risiko dan pengendalian intern.

  • Proses dan kontrol risiko yang mencakup identifikasi, pengukuran dan prioritisasi risiko, perlakuan risiko, serta pelaporan risiko.

  • Model, data, dan teknologi risiko.


Sementara, dalam aspek kinerja, penilaian dilakukan terhadap:

  • Tingkat kesehatan peringkat akhir yang merupakan peringkat perusahaan secara konsolidasi yang telah memperhitungkan faktor hubungan/dukungan dengan/dari induk perusahaan dan/atau pemerintah sebagaimana telah dinilai oleh Perusahaan Pemeringkat.

  • Peringkat komposisi risiko yang merupakan peringkat yang ditetapkan melalui 2 variabel penilaian yaitu penilaian terhadap kualitas pelaksanaan manajemen risiko dan penilaian terhadap pencapaian kinerja. Hasil perhitungan dari 2 variabel tersebut merupakan gambaran dari kualitas manajemen risiko yang dikaitkan dengan kinerja dan telah direviu oleh Satuan Pengawasan Intern.



Pelaksanaan Penilaian


Penilaian menggunakan rentang skala 1 – 5, yang menunjukkan fase penerapan manajemen risiko di BUMN.


Proses penilaian mencakup antara lain aktivitas pengumpulan data/informasi, reviu dokumen, survei, dan wawancara.


Penilaian dapat dilakukan oleh Tim Penilai Internal atau Tim Penilai Eksternal. Penilaian yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal yang berisikan anggota tim dari lini kedua dan lini ketiga perusahaan yang diketuai oleh lini ketiga. Perlu dicermati bahwa khusus untuk BUMN yang memiliki anak perusahaan, maka komposisi tim penilai anak perusahaan tidak dapat berasal dari anak perusahaan tersebut, dan ketua tim untuk BUMN induk tidak dapat berasal dari BUMN induk tersebut. Sementara jika penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Eksternal maka tim penilai harus independen dan Tim Penilai Internal berperan sebagai counterpart.


Penilaian pertama dilakukan oleh Tim Penilai Eksternal untuk periode 1 Januari 2023 – 31 Desember 2023, dan harus dilaporkan selambatnya pada triwulan III tahun 2024 ke Kementerian BUMN.


Untuk penilaian selanjutnya, penilaian dilakukan setiap tahun dan dapat menggunakan baik Tim Penilai Internal atau Tim Penilai Eksternal, dengan catatan bahwa minimal setiap 3 tahun penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Eksternal.


Apabila BUMN memiliki keterbatasan keuangan atau sumber daya lainnya dan berdasarkan pertimbangan Direksi setelah berkonsultasi dengan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas diperoleh kesimpulan bahwa Penilaian RMI tahun 2023 tidak dilakukan, maka pemenuhan kewajiban Penilaian RMI dapat digugurkan dengan memberikan penjelasan kepada Kementerian BUMN saat penyampaian laporan pertanggungjawaban tahun buku 2023.



Tindak Lanjut Penilaian


Hasil penilaian akan memuat hasil perhitungan nilai RMI, gap yang ada, serta rekomendasi perbaikan yang wajib ditindaklanjuti oleh BUMN.


Direksi bertanggung jawab terhadap penyelesaian rekomendasi perbaikan yang telah ditetapkan sesuai dengan timeline dan wajib memberikan penjelasan atas tidak tercapainya tindak lanjut kepada Dewan Komisaris/DewanPengawas dan Kementerian BUMN.


Rekomendasi perbaikan tersebut menjadi bagian dari penilaian kinerja Direksi.

Gambaran umum hasil penilaian RMI diharapkan untuk dipublikasikan dalam laporan tahunan perusahaan. Selain itu, kemajuan tindak lanjut rekomendasi setiap triwulan harus terdokumentasi dan dilaporkan ke Kementerian BUMN.



SIMPULAN DAN REKOMENDASI

  1. BUMN perlu segera melakukan tindak lanjut karena Penilaian RMI wajib dilakukan dengan penyampaian laporan hasil penilaian pertama di triwulan III/2024.

  2. Saat ini masih dimungkinkan untuk tidak melakukan penilaian (sementara) apabila memang perusahaan tidak memiliki sumber daya, namun eksepsi ini perlu dimintakan persetujuan Kementerian BUMN.

  3. Dikarenakan ini adalah penilaian pertama, sebaiknya perusahaan tidak terpaku pada nilai atau skoring, namun lebih pada kesempatan untuk perbaikan atau peningkatan, agar penilaian dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk perusahaan.



Comments


bottom of page