top of page

Emiten Punya Aturan Baru Pengungkapan Laporan Tahunan

Pada tanggal 29 Juni 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) OJK No.16/SEOJK.04/2021 tentang Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. SEOJK ini menggantikan OJK No.30/SEOJK.04/2016, dan efektif berlaku untuk penyusunan laporan tahunan 2021 yang akan disampaikan kepada OJK pada tahun 2022.


Emiten adalah perusahaan yang melakukan penawaran umum. Perusahaan publik adalah perusahaan yang sahamnya telah dimiliki paling sedikit oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor paling sedikit Rp 3 miliar rupiah atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan oleh OJK. Sementara, perusahaan terbuka adalah emiten yang telah melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas atau perusahaan publik. Berdasarkan definisi diatas, maka aturan baru ini berlaku bukan hanya perusahaan publik, namun bagi semua perusahaan yang telah melakukan penawaran umum baik dalam bentuk penawaran saham dan memiliki tanda Tbk, namun juga perusahaan yang melakukan penawaran efek lainnya seperti obligasi, surat pengakuan utang, surat berharga komersial, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.


Secara garis besar, komponen yang perlu diungkapkan tidak ada perubahan dibandingkan dengan SEOJK terbitan 5 tahun lalu, yaitu masih harus mencakup setidaknya komponen berikut:

  1. Ikhtisar data keuangan penting

  2. Informasi saham (jika ada)

  3. Laporan direksi

  4. Laporan dewan komisaris;

  5. Profil emiten atau perusahaan publik

  6. Analisis dan pembahasan manajemen

  7. Tata kelola emiten atau perusahaan publik

  8. Tanggung jawab sosial dan lingkungan emiten atau perusahaan publik

  9. Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit

  10. Surat pernyataan anggota direksi dan anggota dewan komisaris tentang tanggung jawab atas laporan tahunan

Namun terdapat beberapa perubahan dalam cakupan dari komponen-komponen diatas yang akan disajikan diantaranya dibawah ini.



LAPORAN DIREKSI

Berdasarkan SEOJK baru ini, maka laporan direksi harus mencakup pengungkapan mengenai peranan direksi dalam perumusan strategi dan kebijakan strategis emiten atau perusahaan publik, serta proses yang dilakukan direksi untuk memastikan implementasi strategi emiten atau perusahaan publik.


Pengungkapan perubahan komposisi anggota direksi beserta alasannya (jika ada) dipindah pengungkapannya ke bagian Profil Emiten atau Perusahaan Publik.



LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Dalam SEOJK baru ini, tidak terdapat lagi keharusan untuk melakukan pengungkapan dalam laporan dewan komisaris mengenai frekuensi dan cara pemberian nasihat kepada anggota direksi.


Pengungkapan perubahan komposisi anggota dewan komisaris (jika ada) dipindah pengungkapannya ke bagian Profil Emiten atau Perusahaan Publik.


Selain itu, apabila dulu hanya diwajibkan untuk mengungkapkan proses pengawasan atas implementasi strategi, kini, terdapat penambahan bahwa laporan dewan komisaris harus mencakup pengungkapan mengenai proses pengawasan yang dilakukan dewan komisaris dalam perumusan dan implementasi strategi emiten atau perusahaan publik yang disusun oleh direksi.



PROFIL EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

Rangkap Jabatan

Ketentuan baru ini mengharuskan bahwa apabila anggota direksi dan anggota dewan komisaris tidak memiliki rangkap jabatan, maka harus secara spesifik disebutkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rangkap jabatan baik di dalam maupun di luar emiten/perusahaan publik. Dan tentunya bila pernyataan tersebut tidak ditemukan, maka ada rangkap jabatan yang harus diungkapkan.


Kepemilikan Saham

Hal yang sama juga berlaku mengenai pengungkapan saham anggota direksi dan anggota dewan komisaris di emiten atau perusahaan publik, apabila tidak ada kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung, maka harus secara eksplisit disebut tidak ada.


Demografis Karyawan

Perlu diungkapkan jumlah karyawan bukan saja menurut sebaran tingkat pendidikan dan usia, namun juga menurut jenis kelamin, jabatan, dan status ketenagakerjaan (tetap/kontrak) dalam tahun buku.


Akuntan Publik

Selain itu terkait auditor independen yang mengaudit laporan keuangan perusahaan, aturan baru ini menyebutkan bahwa pengungkapan harus mencakup nama akuntan publik (AP), kantor akuntan publik (KAP) dan jaringan/asosiasi/aliansinya, serta periode penugasan, informasi jasa audit dan non-audit yang diberikan oleh AP dan KAP tersebut di emiten, serta biaya jasa (fee) baik untuk pekerjaan audit dan non-audit selama tahun buku. Apabila AP/KAP atau jaringan/asosiasi/aliansinya tidak memberikan jasa non audit kepada emiten, maka hal ini juga harus disebutkan secara eksplisit bahwa AP/KAP dan atau jaringan/asosiasi/aliansinya tidak memberikan jasa non-audit selama tahun buku kepada emiten.


Penghargaan dan Sertifikasi

Mulai laporan tahunan 2022, tidak ada lagi kewajiban untuk melakukan pengungkapan di bagian profil perusahaan mengenai penghargaan dan/atau sertifikasi yang diterima emiten atau perusahaan publik baik yang berskala nasional maupun internasional dalam tahun buku terakhir (jika ada). Tentunya emiten tetap dapat melakukan pengungkapan pencapaian ini, namun sekarang sifatnya tidak wajib.


Transaksi dengan Pihak Terafiliasi

Salah satu perubahan lainnya adalah mengenai pengungkapan transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan afiliasi. Dalam hal terdapat hubungan afiliasi, emiten atau perusahaan publik juga harus mengungkapkan informasi tambahan yaitu:(1) pernyataan direksi bahwa transaksi afiliasi telah melalui prosedur yang memadai untuk memastikan bahwa transaksi afilias dilaksanaka sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum antara lain dilakukan dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar (armslength principle); dan (2 ) peran dewan komisaris dan komite audi dalam melakukan prosedur yang memadai untuk memastikan bahwa transaksi afilias dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum antara lain dilakukan dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar (armslength principle).


Untuk transaksi afiliasi atau transaksi material yang merupakan kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang,dan/atau berkelanjutan, ditambahkan penjelasan bahwa transaksi tersebut merupakan kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan. Bila transaksi diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan, ditambahkan informasi mengenai rujukan pengungkapan dalam laporan keuangan tahunan tersebut.


Untuk pengungkapan transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan yang merupakan hasil pelaksanaan transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan yang telah disetujui pemegang saham independen, ditambahkan informasi mengenai tanggal pelaksanaan RUPS yang menyetujui transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan tersebut. Bila tidak terdapat transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan, maka diungkapkan mengenai hal tersebut.



TATA KELOLA EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

Penilaian Kinerja Direktur, Komisaris, Direksi, Dewan Komisaris dan Komite

Pengungkapan penilaian kinerja direktur, komisaris dan anggota komite juga diperjelas disini bahwa laporan tahunan harus memuat prosedur penilaian kinerja dan kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja terkait: (1) penilaian direksi terhadap kinerja komite pendukung direksi (bila ada); (2) penilaian kinerja direksi dan dewan komisaris serta masing-masing anggota direksi dan anggota dewan komisaris; serta (3) penilaian dewan komisaris terhadap kinerja komite pendukung dewan komisaris.


Sistem Pengendalian Internal & Manajemen Risiko

Selain pengungkapan mengenai pengendalian keuangan dan operasional yang dimiliki beserta tinjauan atas efektivitas sistem tersebut, dengan SEOJK baru ini, emiten juga diharap mengungkapkan pernyataan direksi dan/atau dewan komisaris atas kecukupan sistem pengendalian internal yang ada.


Sementara untuk manajemen risiko, selain pengungkapan mengenai gambaran umum sistem manajemen risiko yang dimiliki, jenis risiko dan cara pengelolaannya, serta tinjauan atas efektivitas sistem manajemen risiko; emiten juga diharap mengungkapkan pernyataan direksi dan/atau dewan komisaris atau komite audit atas kecukupan sistem manajemen

risiko.


Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan lebih dari sebatas penerbitan kode etik. Dalam aturan baru ini, emiten perlu mengungkapkan informasi mengenai budaya perusahaan (corporate culture) atau nilai-nilai perusahaan.


Tidak ada yang berubah dari kewajiban untuk mengungkapkan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) yang berjalan di emiten. Namun terdapat tambahan pengungkapan mengenai kebijakan anti korupsi, paling sedikit memuat: (1) program dan prosedur yang dilakukan dalam mengatasi praktik korupsi, balas jasa (kickbacks), fraud, suap dan/atau gratifikasi; dan (2) pelatihan/sosialisasi anti korupsi kepada karyawan. Bila tidak memiliki kebijakan anti korupsi, maka dijelaskan alasan tidak dimilikinya kebijakan dimaksud.


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Informasi yang diungkapkan dalam bagian ini merupakan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik; dan harus disusun sesuai dengan pedoman teknis yang telah dikeluarkan OJK. Apabila disajikan terpisah dari laporan tahunan, penyampaiannya tetap harus dilakukan bersamaan dengan laporan tahunan.



 

Sebenarnya beberapa hal diatas bukanlah hal baru. Di internasional, standar ini telah digunakan dan diterapkan oleh banyak perusahaan. Selain itu beberapa juga telah ada secara terpisah dalam beberapa SEOJK dan POJK lain, serta panduan yang digunakan secara regional, antara lain ACGS.


Untuk itu sangat baik apabila emiten atau perusahaan publik yang belum menerapkan hal-hal diatas melakukan penilaian mandiri untuk mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan agar laporan tahunan yang akan disampaikan di tahun 2022 dapat mencakup aktivitas perusahaan di 2021 yang telah mengikuti aturan terbaru ini.


 

コメント


bottom of page